Dear Me, …

c69e7579addcffc85752ca1498d29ac8

Dear Me,

How are you today? Are you good?

I know life is getting tougher and tougher as you get older, but you have to be strong. You are not a weak person and even in the past, you have always been this stubborn with what you want. Yeah, do you still remember how you frequently got into a quarrel with your Mom just because she didn’t support your wish to study at your dream university? Yeah, it was a tough moment of teenage life, right? And with all those difficulties, you still managed to achieve your dream and accomplished it successfully. Do you know why?

Continue reading

My New Biases

It’s so random, but I want to post this… I’m currently into many new girlgroup and has been fascinated to see cute and lovely styles of them lol. So here they are… I know no one cares about this, but I just wanna post post and post… 55555

 

Guess who they are😄

It’s difficult…

e4f203064a4858bc8085bbd01afc59f9

 

I know everyone has its own share of hard times and good times, happiness and difficulties, yet it is so difficult for me to balance between ambition and gratitude. What do I want to reach with all these sufferings? Do I deserve it? Should I just stop and accept everything as it is? When should I stop to thrive, and when should I strive for my aspirations?

 

Why do other people have it easy when I don’t?

Or is it just me who overlooked their complicated journey?

 

O God, I know there are so many lessons that I need to learn in life, so please keep me alive and kicking T^T

Btw, it’s rainy season and the mood to write is always there, but my mind is flying to another place -_-

 

SASUKE, NEJI, MY ANIME CRUSHES, AND MY CHILDHOOD :'(

Gara-gara nonton Naruto SD, akhir-akhir ini saya jadi tenggelam di pusaran ingatan masa kecil. Dulu–dulu sekali, waktu umur saya masih 9 tahun alias masih SD kelas 4, saya ga sengaja lihat NARUTO di Trans TV. Iya, dulu sebelum booming di TPI, Naruto itu tayang duluan di Trans TV, tapi belum ngehype di Indonesia. Pertama liat pun biasa aja (cuma beberapa detik, dan yg saya lihat waktu itu musuhnya Naruto yg cermin2 itu -_- ). Bahkan waktu pertama liat Sasuke, yang ada di pikiran saya adalah ‘Apa iniiiii ikut-ikut si Wings aja!!”.

Ya, Wings! Mungkin banyak yang nggak tahu, tapi dulu ada anime ttg tim sepatu roda judulnya Wings of the Dragon dan disitu saya ngefans sama karakter bernama Wings. Model rambut dan raut wajahnya mirip Sasuke. Haha. Beberapa bulan lalu, saya baru tahu kalau anime WotD ini asalnya dari Korea (pantesan lagu OP-nya kerasa beda)

Nah, alkisah, beberapa hari setelah mengabaikan NARUTO itu (backgroundnya lagi liburan sekolah ya ini), saya nggak sengaja lihat NARUTO lagi dan….BAAAAMMM!!! Muncullah cowok berambut hitam dengan baju biru tua + celana putih yang tampan sekaliiiii!!! Saya langsung jatuh cinta setengah mati dan menyesal telah suudzon sama film ini beberapa hari sebelumnya!! Bener-bener suka sampai mendengar OP & ED songnya saja saya langsung eargasm. Setiap lihat Sasuke, jantung jadi berdebar nggak karuan plus blushing parah. Well, setelah masuk sekolah pun, saya jadi nggak konsen belajar. Tiap di kelas, saya merasa sedih setengah mati karena tidak bisa nonton NARUTO. Saya hanya bisa nonton kalau sedang liburan, dan well, it was like once every six months TT___TT

Continue reading

MILLION LIGHT YEARS

Harum hujan di penghujung musim semi ini mengingatkanku pada kisah gadis itu, di suatu waktu, di sela-sela masa remaja kami yang berantakan. Dia gadis yang terakhir kukenal di kelas itu, sementara sahabat laki-lakinya adalah orang yang pertama. Bertahun-tahun ke depan, dua orang itu terus menghantui hidupku.

Ketika aku menyadari mereka tak pernah pergi, separuh diriku telah lenyap di suatu tempat.

Continue reading

(Fanfic) The Liar on Us

black-and-white-blurred-photography-road-snow-Favim.com-67054

 

Manusia paling bahagia mungkin saja adalah pembohong nomor wahid di dunia.

 

Harum hujan di penghujung musim gugur ini mengingatkanku pada cerita Jongin hari itu, di lapangan belakang sekolah kami yang sepi.

“Kau tahu, ia bilang ia adalah orang paling bahagia sedunia dan itu sungguhan membuatku iri. Orang tuanya punya banyak uang. Ia bisa mendapatkan tiket konser Maroon 5 dalam tiga detik kalau ia mau, belum termasuk jalan-jalan keliling dunia dan tidur di hotel bintang lima”.

Separuh memoriku mungkin saja telah luruh, sebab satu-satunya yang kuingat dari cerita itu adalah gumpalan mendung di atas kami. Itu sore yang muram. Angin menyapu muka bumi seperti kasmir yang menari-nari, dingin mencumbu kulit. Mungkin ketika Jongin bercerita, aku sibuk menatap dunia sehingga lupa mengingat-ingat bagaimana ekspresinya. Apa ia bersungut-sungut? Apa ia tersenyum? Atau jangan-jangan datar-datar saja? Continue reading

(Prolog) The Tied Yellow Ribbon

Sehji

“Once upon a time there was a boy who loved a girl and her laughter was a question he wanted to spend his whole life answering.” ― Nicole Krauss

 

Sehun tak pernah mengerti seberapa dalam kutipan novel The History of Love itu mampu menelannya sampai ia merasakan hari itu. Hari dimana tubuhnya terombang-ambing di lautan lepas dan yang ia ingat hanyalah gadis bernama Lee Jieun.

Continue reading

(Fanfic) Confessions  1/2

ko11

Confession : Kitahara Mizuki

Yuko-sensei…

Hari ini, aku membiarkan Shuuya melihat sisi tergelap dari diriku. Sepetak ruang hitam yang mengendapi separuh jiwaku, takkan pernah kuberitahukan pada siapapun selain separuh jiwaku yang lain. Kau pasti pernah mendengarnya kan? Kegilaan gadis beralias Lunacy, yang gemar mengumpulkan obat-obatan dan meracik ramuan-ramuan dengan dosis acak  untuk meregang nyawa binatang. Seorang belia yang bulan lalu menyarati tajuk kriminal berbagai surat kabar seantero Jepang karena telah membantai seluruh anggota keluarganya tanpa ampun.

Ya, itu aku. Kitahara Mizuki.

Apa kau pernah menyangkanya…sensei?

Aku bertaruh, tidak. Bahkan setelah artikel tentang Lunacy menjadi momok di negeri ini, pemerintah masih berpihak padaku melalui Hukum Kriminal Remaja. Mereka hanya memasukkanku ke sebuah rehabilitasi selama satu minggu, dan dengan begitu saja melepasku lagi. Sekolah tidak perlu tahu. Dan aku merasa begitu bangga karena hari ini aku masih bisa berdiri di sini. Memerintah kelas untuk memberi salam padamu. Mengerjakan tugas-tugas konyol yang kau berikan. Juga mendengar pengakuanmu hari itu, di suatu penghujung musim semi, tentang Manami kecilmu yang telah dibunuh oleh dua siswa di kelas ini. Continue reading

I’m Running Out of Idea!!!

anime-boy-cute-digital-art-Favim.com-909814

Hi guys, I’m back!!

Finally, after a long unplanned hiatus from this blog, I am able to go back again. Anybody miss me? Hello? No? Okay -_-

Unfortunately, I don’t come here with any short stories since I spent my last precious five months to write my GP. Yes, GP!!! That GP required for graduation. It was a very hard time. I had to focus on my research, writing a formal paper which was not fun at all. I miss writing short stories again. I miss creating gloomy atmosphere. The weather is perfect though. Cloudy. Rainy. But the thing is, I’m running out of idea!!

Yeah, that’s the problem. I’ve been addicted to gore and action films lately. I enjoyed watching them, yet I found it less productive than writing. I tried to find any idea from them, but it was useless. Can’t really tell what had happened to my brain. Seems like the cells had been shrinking -_-

Oh, by the way, here is my planning for this year. I want to publish a literary work of mine, be it an anthology of stories or a novel. I have finished writing a novel actually, but I think it is not worth it enough to publish. Therefore, I’m going to write another novel with different theme and leave the previous one. Hahaha. What theme do you guys think will be acceptable in the market? Romance? Friendship? Honestly, I’m sick of cheesy romantic stuffs. I prefer some kinds of action, fantasy, or sci-fi, but I guess it is not quite acceptable in Indonesian market. You can see that most of those book genres displayed in Indonesian bookstore were translated works. Well, it is not that I write things for money. No! I’m not! I’m not a kind of author who craves for fame and money. The only thing  I want is a self-satisfaction. Having a book with your name in a bookstore is amazing right?><

Continue reading

(Flashfic) Fate

Favim.com-amazing-bug-close-cute-heart-insect-101790

        Ada rasa pahit dan panas ketika gadis itu mencoba menggilas kepedihannya, mengalir dalam tenggorokannya, lalu menguap di antara sekat –sekat pernafasannya yang tipis.  Mata coklatnya bergerak selintas, melirik pemuda parlente yang berjarak dua atau tiga puluh centi di sisi kanannya.  Pemuda itu menautkan kancing-kancing kemeja putihnya yang lusuh, lalu beranjak mengenakan sepasang sepatu kulit yang tercecer di penjuru ruangan . Fajar telah merayapi dunia dari ujung timur, menembus masuk jendela ruangan yang tadinya kelam.  Pemuda itu, lagi-lagi, harus berburu waktu dengan kehidupan. Continue reading

(Flashfic) Life

Favim.com-25769

Selalu ada hal ini dalam hidupnya:

Jari-jari yang menggamit lengannya ketika musim semi mulai merangkak, tawa kecil yang mengenyahkan ceruk gelap di hatinya, mata bulan sabit yang membawanya pada kehidupan, dan gadis itu.

Ada masa dimana mereka hanyalah anak-anak ingusan yang mengabaikan geliat panas matahari, berlarian di sekujur lapangan sambil menginjak patah rumput-rumput kering yang menguning. Continue reading

(Fanfic) Fine Mapple Drops

Favim.com-36762

           Apa kalian ingat tentang kisah Hyeju dan Jiho? Ya, aku pernah menceritakannya dalam satu kepingan cerita lain, dan itu adalah ketika mereka dihadapkan pada sebuah situasi yang menggerus kebahagiaan mereka. Kali ini aku akan menceritakannya lagi, kisah Jiho dan Hyeju dari awal, dari pertama kali mereka bertemu hingga mereka jatuh cinta.   Ini bukan kisah seromantis cinta Jack dan Rose di atas kapal Titanic, tetapi juga tidak setragis Romeo dan Juliette yang sama-sama memilih mati demi cinta mereka. Tidak. Ini hanya sebuah kisah cinta biasa yang terjadi pada orang-orang biasa juga—dibumbui sedikit rasa putus asa, kesepian, harapan, dan kebahagiaan—dimulai dari dua anak manusia yang dibesarkan dalam keluarga berbeda. Tunggu, ini juga bukan soal perbedaan status sosial dimana yang satu bergelimang harta dan yang lain miskin sehingga orang tua si kaya tidak menyetujui cinta mereka. Tidak tidak. Tema itu sudah basi. Dua orang dalam kisah ini sama-sama dibesarkan di keluarga berada, hanya saja fase kehidupan menuju remaja selalu membawa kesepian pada individunya. Dan kesepian itulah yang mempertemukan mereka di sebuah danau, saat musim gugur, 12 tahun lalu.

Continue reading