Craving for Childhood Days

Aku merindukan masa kecil. Itu adalah hari-hari yang indah, dimana sinar matahari tidak pernah terasa terlalu menyengat, dan aku selalu bisa bermain di bawahnya sambil tertawa. Hari-hari dimana hujan deras itu berarti tinggal di rumah dan tidur di bawah selimut hangat. Ya, saat itu, kata bernama ‘masa depan’ masih terasa amat sangat jauh. Masih bertahun-tahun, tunggu aku sampai dewasa dan aku akan menggapainya. Biarkan aku belajar 1+1 sebelum aku bisa menghitung pahala dan dosa, tiket ke surga dan ke neraka.

Tetapi waktu tidak pernah menunggu. Ia tidak akan berhenti untuk menunggu. Ia hanya bisa mendampingi dan meninggalkan, jadi aku juga hanya bisa menyamai dan mengejar. ‘Jangan pernah berhenti’, itu adalah kalimat yang sangat memaksa dan melelahkan, tetapi itu juga menjadi pemacu untuk kakiku melangkah. Menjejaki hari esok yang selalu kubenci sekaligus kusyukuri. Menapaki inchi demi inchi dunia yang semakin hari semakin menyedihkan. Dan aku benci melihatnya. Aku benci segalanya. Aku benci menjadi dewasa.

***

Don’t be a Silent Reader!!!

Leave a Comment Please.

Thank You~❤

2 thoughts on “Craving for Childhood Days

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s