(Fanfic) Lost

art-beautiful-couple-cute-Favim.com-494857

Hye-Ju duduk di tepi ranjangnya, di dekat jendela yang buram dan dingin. Daun-daun di luar sana basah, bunga-bunga juga, udara juga, langit juga, dan hatinya juga. Sepertinya embun yang dibawa hujan kemarin malam ikut masuk melalui saluran pernafasannya.

Ketakutan itu masih melanda.

Tangan kurus gadis itu mencengkeram erat ponsel kecilnya—ia terlalu takut untuk melakukan ini sekali lagi. Untuk menelepon Ji-Ho, dan menanyakan kabarnya, dan menanyakan apa saja yang masih ia ingat. Ya, semua itu menakutkan, tetapi Hye-Ju tidak memilikki pilihan selain melakukannya hari ini, esok, lusa, seterusnya, dan seterusnya sampai ia benar-benar kehilangan Ji-Ho entah kapan itu.

Mata onyx gadis itu melirik jam di dinding. 5 menit lagi ibunya akan menggedor kamar, jadi ia hanya punya waktu 4,59 menit untuk berbicara dengan Ji-Ho. Dengan si penderita alzheimer itu.

“Halo”, Hye-Ju menahan sebagian suaranya bersama nafasnya. Pagi ini, memori apalagi yang telah hilang dari Ji-Ho?

“Hai”, suara di seberang sana terdengar cerah. Sudah kebiasaan Ji-Ho untuk tidak membagi lukanya pada orang lain, untuk tidak menunjukkan sisi lemahnya pada orang-orang, termasuk pada Hye-Ju. “Aku sudah lama menunggu teleponmu”.

“Maaf. Aku baru bangun. Bagaimana keadaanmu?”.

“Baik. Cukup baik untuk menerima teleponmu”, Hye-Ju tidak melihat tapi ia tahu Ji-Ho tersenyum di sana. “Aku merindukanmu”.

“Aku juga. Aku ingin pergi ke Jeju bersamamu lagi”.

“Bukankah kita pernah ke sana?”, tanya Ji-Ho. Bagus, jadi ingatan soal liburan mereka di Jeju tahun lalu belum hilang, pikir Hye-Ju.

“Kalau begitu ke Jepang?”.

Ji-Ho tertawa renyah sementara Hye-Ju menangis ketika mendengar pemuda itu berkata “Ide yang bagus. Sekali-kali aku ingin melihat keseluruhan Jepang dari atas Tokyo Tower”.

Dan satu lagi, kenangan mereka lenyap dimakan alzheimer.

17 thoughts on “(Fanfic) Lost

      1. haha, insyaAllah deh kalo ada ide. Tp mungkin bukan chapter, tp potongan drabble yang bersambung kayak Paradise-Parallel Dimensions itu. Itu masih bakal ada terusannya.hehe. Thank u udah mampir🙂

  1. hallo authornim.. aku udah berapa kali main ke wp ini tapi kita belum kenalan kan? Nada imnida, 15 thn. author lebih tua dari aku? aku panggilnya kakak ya? ohiya ff ini keren. sepenggal doang tapi ngena dihati akunya. ada lagi gak potongan cerita dari hyeju-jiho?

    1. Halooo, Azure imnida. Salam kenal ya nada. Iya, lebih tua, boleh dipanggil kakak atau onnie terserah🙂
      hehe, ngena yu? Syukurlah kalo gitu. Aku pikir ini cuma coret-coretan ga jelas yg ga bakal ngena ‘_’
      Maybe ada, ntar aku cari ide dulu lah yaa😀

  2. Kak, jujur, aku gak puaass~~ T_T
    Tapi okelah, ficlet begini udah cukup buat bikin aku jatuh cinta sama tulisan kakak #gombal😄

    Oh iya, mengingatkan dikit, kata ‘nafas’ seharusnya pake P jadi ‘napas’

    Dan, err, boleh tau akun twitter kakak kah? Aku jadi pengen ngobrol banyak sama kakak deh, hehe.🙂

    1. hiks, ga puas sebelah mananya? kasih tau donk~ biar lain kali aku bisa memperbaiki tulisanku yang amburadul ini🙂
      Setelah ngecek di KBBI, ternyata emang bener napas. Oke deh aku edit. Thank you udah dikasih tau🙂
      Aku twitter kamu dulu aja apa? nanti aku follow. Soalnya agak aku restrictin🙂

      1. iya, aku dulu juga gitu kok, kak. Mau bikin oneshoot aja rasanya susah banget, cuma bisa ficlet atau paling2 vignette. Tapi ya, coba dulu deh, pasti bisa🙂

      2. dulu aku sering bikin yg panjang, tp akhirnya jd rada males dan ujung2nya karena terbiasa bikin yang pendek2 jd susah bikin yg panjang.hahaha. Btw aku udh follow twittermu loh😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s