Fanfiction

(Songfic) Airbag

city-city-lights-gorgeous-lights-Favim.com-577701

Ia butuh airbagnya, sebelum tubuhnya menghantam keras kesedihan itu sekali lagi

            Malam itu hujan baru saja berhenti. Tablo menemukan dirinya duduk di kursi belakang sebuah taksi, tapi ia tak tahu mengapa ia di sana dan kemana ia akan pergi. Ia hanya meminta si sopir untuk tak mengantarnya pulang, dan mengelilingi kota melewati jalur terpanjang. Ia tak ingin pulang.

            Radio dalam taksi itu memutar sebuah percakapan panjang yang datar, kadang diselingi tawa yang datar juga, kadang diselipi keheningan yang terisi oleh suara mesin taksi. Mereka tak memutar lagu. Pada dasarnya Tablo benci hal itu. Ia bisa saja meminta si sopir untuk mengganti saluran, tapi ia tak melakukannya. Toh saat ini tak ada lagu yang ingin ia dengar. Ia hanya terdiam dan terdiam sambil menyandarkan kepalanya ke jendela. Lima botol alkohol yang ia teguk malam ini telah sukses membuat kepalanya terasa begitu berat. Ia bahkan tidak tahu mengapa ia minum malam itu. Mungkin ia tak mau merasa kesepian di apartemennya. Mungkin ia kesepian, namun tak mau mengakuinya. Tetapi kesepian itu telah lama menjadi bagian dari dirinya, dari hari-harinya, jadi mungkin ia minum karena ingin menunjukkan pada orang-orang bahwa ia kesepian. Tablo sungguh tak tahu alasan mana yang paling masuk akal, karena baginya, apapun itu, ia memang kesepian. Continue reading “(Songfic) Airbag”

Advertisements