Fanfiction

(Fanfic) Inferno-The Rotten World part I

Title : Inferno-The Rotten World

Author : azureicesky

Casts : Sehun (Stevan), Luhan (Loui), Lay (Ray), D.O (Miguel), Kris (Kris), Kai (Alvarez), Yunho (Julian), Changmin (Aciano).

Genre : Action, Hurt

Ini adalah tahun 2100, tahun dimana segalanya telah membusuk—pemerintah, ilmuwan, ekonom, media, dan ya, segalanya. Kau tidak akan pernah menemukan orang-orang itu bekerjasama untuk menyelamatkan negara dan masyarakat.   Pemerintah tidak pernah mengambil kebijakan untuk membekuk kartel narkoba terbesar di negara kami sebab kartel tersebut memiliki jaringan yang kuat dengan para ekonom, sehingga memberantasnya juga berarti memangkas devisa negara. Para ilmuwan sedang berlomba-lomba  menciptakan substansi peledak paling menakutkan dengan menggabungkan god particle dengan toksin dari tanaman hemlock. Continue reading “(Fanfic) Inferno-The Rotten World part I”

Advertisements
Fanfiction

(Fanfic) Inferno- The Rotten World Prolog+Casts

Oke, setelah nonton Skyfall dan ngeliat berbagai berita tentang kartel-kartel narkoba di Meksiko, saya jadi terinspirasi buat bikin fanfic yang menggabungkan cerita keduanya. Ditambah dengan imajinasi-imajinasi saya yang akhir-akhir ini agak ‘meliar’, jadilah saya membuat fanfic ini.

Inferno – The Rotten World

Genre : Action

Rating : PG 17

Dan karena fanfic ini bersetting di Meksiko, saya mengganti nama-nama castsnya dengan nama-nama orang Meksiko. Hehe. Tapi tenang, namanya tetep mirip sama nama asli mereka kok, kecuali namanya D.O, Kai, n Changmin. Wkwkwkwk. Berikut daftar nama castnya:

Main casts :

Sehun – Stevan (agen rahasia tingkat B)

Luhan – Loui Continue reading “(Fanfic) Inferno- The Rotten World Prolog+Casts”

Fanfiction

(Fanfic) Boy x Boy

Title: Boy x Boy

Author: azureicesky

Casts: Yunho x Jaejoong

Length: Oneshot

Rating: PG-13

 

Boy 1

          Pemuda itu berlarian menyusuri koridor kelas, berlomba dengan guru piket yang hampir dipastikan akan menghajarnya habis-habisan kalau sampai tertangkap.  Ia pemuda pemberontak, yang hampir terjebak dalam rutinitas konstan remaja seusianya—berangkat sekolah, belajar, pulang—kecuali karena ia suka membolos. Dalam dua atau tiga hari sekali ia akan meninggalkan kelas, lalu berlarian menyusuri koridor sambil menggendong tas punggungnya. Di ujung koridor sana, sekumpulan siswa-siswa kelas sebelah akan melempar tawa padanya ketika ia lewat. Mereka akan berseru dengan nada mengejek.